Thursday, August 18, 2011

Belajar Bahasa Pemprograman Komputer Dasar

Belajar bahasa pemrograman adalah sesuatu hal yang menarik bagi pendatang baru di dunia komputer. Mengapa ? Karena pada umumnya mereka akan banyak bertanya “mengapa kalau saya tekan ini bisa keluar tampilan seperti ini” . Pertanyaan lain yang juga sering muncul “Bisa tidak kalau tampilan ini diubah menjadi seperti ini”. Semua hal tersebut akan terjawab bila seseorang memahami mengenai konsep program komputer (tidak harus mahir terlebih dahulu).
Sebenarnya apa sih maksud konsep program komputer ?
Bahwa segala tindakan yang dilakukan oleh komputer ditentukan kepada instruksi yang diterimanya. Kok bisa ? Untuk memahami ini kita perlu memahami terlebih dahulu pengertian dari komputer.
Komputer terdiri atas 2 komponen yaitu hardware dan Software. Hardware kalau diterjemahkan adalah perangkat keras. Fungsi dari hardware memproses semua masukkan yang diterimanya. Nah bagaimana cara memproses ? Cara komputer memproses tergantung kepada instruksi yang diberikan padanya. Susunan instruksi dalam bentuk perintah perintah ini yang kita sebut software. Jadi ???. Untuk lebih jelasnya saya analogikan hardware dari komputer adalah mesin mobil beserta semua perangkat yang ada di mobil tersebut seperti setir, rem, stater dsb. Nah untuk memfungsikan itu semua tentunya pengemudi harus mempelajari bagaimana cara menggunakan perangkat di mobil tersebut. Nah cara agar mobil itu bisa digunakan mulai dari stater mesin, memasukkan perseneling (kalau perseneling manual), kemudian melepas kopling sambil menekan gas sehingga mobil bisa berjalan itulah yang disebut software. Kalau pengemudi kita sebut Brainware.
Bisa Dipahami kan ? mudah-mudahan Bisa.
Nah setelah memahami cerita diatas maka sekarang kita tengok lagi hardware komputer. Hardware komputer adalah suatu mesin yang didisain bersifat universal. Maksudnya universal adalah bisa bekerja dengan keluaran yang berbeda beda walau input sama karena cara memproses yang berbeda. Hal ini bisa didapatkan dengan mengatur kombinasi perintah perintah yang disusun. Tentunya hal ini berbeda dengan mesin mobil dimana bila ingin mobil berjalan maka input yang harus dikirim adalah menekan pedal gas. Bila ingin mobil berbelok maka input yang dikirim adalah membelokkan setir. Untuk komputer hal tersebut tidak berlaku tetap. Misal kita menjalankan program Aplikasi Office maka bila kita menekan huruf a maka akan keluar a di layar monitor,sedangkan bila kita menjalankan aplikasi game balap mobil maka bila menekan a maka gambar mobil di layar monitor akan nampak melaju. Kenapa hal ini bisa terjadi ? Karena cara memproses input a untuk program Aplikasi Office dan Game berbeda sehingga keluaran (output) akan berbeda.
Saya kira sekarang sudah lebih jelas kan ? syukur lah
Nah sekarang cara kita untuk memahami bahasa pemrograman, sehingga kita bisa mengatur bagaimana komputer bekerja adalah :
Pahami apa yang menjadi input , proses dan output dari setiap kasus yang ada. Sebagai contoh bila anda diminta menghitung Volume box yang berbentuk balok maka anda akan menggunakan rumus
luas = Panjang * Lebar* tinggi
Panjang,lebar dan lebar adalah sebagai Input
Rumus Panjang * Lebar*tinggi sebagai proses
VOlume sebagai Output
Contoh lain :
Budi diminta menghitung jumlah buah yang ada di keranjang , maka
Input adalah buah di keranjang,
Proses adalah kegiatan menghitung buah di keranjang
dan Output adalah Jumlah Buah yang ada di keranjang
Contoh contoh diatas untuk kasus keluaran hanya satu, Bagaimana untuk kasus keluaran lebih dari satu,
perhatikan contoh berikut
Contoh lain lagi yang memiliki output lebih dari satu kemungkinan:
Suatu Mesin yang akan berjalan bila diberi kata “Hallo”, selain kata Hallo maka mesin tidak pernah akan jalan maka :
Input : Masukkan Kata Kunci ?
Proses : Dicek Apakah kata kunci sama dengan “Hallo”
Bila ya maka kirim sinyal ke output untuk jalankan mesin
Bila tidak maka lompat kembali ke input, dan anda diminta memasukkan kata kunci kembali
Cukup Jelas, dengan kasus diatas ? Bila Belum silahkan berdoa kepada Tuhan untuk diberi petnjuk nya. He he he he... J
Sekarang bagaimana cara menerapkan kasus kasus diatas ke bahasa pemrograman
Sebelum kita dapat menerapkan suatu kasus ke bahasa pemrograman ada beberapa hal yang harus dipahami terlebih dahulu yaitu :
  • Siap siap bertekun ria dengan instruksi yang harus dipelajari
  • Cara terbaik mempelajari program adalah dengan sering mencoba membuat program
  • Mempelajari program tidak akan pernah berhasil bila hanya dibaca (kecuali bagi yang sudah terbiasa menyusun intruksi).
  • Pahami logika dari setiap kasus agar mudah dalam menyusun program, Logika kurang paham akan susah membuat program (mungkin jadi tapi banyak trial errornya saat menyusun program)
Mempelajari Bahasa Pemrograman
Dalam setiap mempelajari bahasa pemrograman beberapa kunci pokok yang harus dipahami yaitu :
  1. Mencoba memahami struktur cara menyusun instruksi
  2. Memahami cara pedefinisian tipe data ( materi baru diatas belum dibahas)
  3. memahami penggunaan perintah perintah dari bahasa pemrograman tersebut dan propertynya seperti penggunaan tanda , % dan sebagainya.
  4. Menerapkan konsep algoritma yang sudah kita buat ke bahasa pemrograman.
Bahasa C
Bahasa C adalah yang sudah sangat tua, tapi hingga sekarang masih banyak digunakan terutama untuk menyusun aplikasi yang berhubungan dengan sistem operasi seperti antivirus, windows dsb. Bahasa c secara aturan cukup sederhana tapi memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi (relatif lebih mudah untuk dikostumisasi).
Diantara para pembaca mungkin pernah mendengar turbo c atau borland c, lalu apa bedanya dengan bahasa C ? Bahasa C adalah merujuk kepada aturan yang kita gunakan dalam menyusun perintah di komputer. Seperti anda belajar bahasa inggris tentu juga mempelajari tentang tenses. Kalau boleh dianalogikan kurang lebih sama antara tenses dan aturan bahasa c, hanya tentu tidak seseram itu. Sedangkan apa sih turbo C atau borland C ? Nah Turbo C aatu Borland C adalah sebagai IDE (Integrated Development Environmnet) yang artinya lingkungan tempat kita menyusun instruksi dan kemudian yang bertugas menerjemahkan instruksi yang kita susun agar dipahami oleh komputer. Proses penerjemahan ini dinamakan compile dan IDE bertugas sebagai Compiler. Di beberapa IDE yang lain ada yang menerjemahkan dengan teknik intrepreter. Beda antara intrepeter dan compiler adalah dalam teknik menerjemahkan instruksi. Compiler menerjemahkan dengan cara membaca semua intruksi yang disusun bila tidak ada kesalahan langsung diterjemahkan ke kode objek kemudian baru diterjemahkan ke bahasa mesin. sedangkan intrepreter menerjemahkan per baris perintah, sehingga bila ada kesalahan saat menyusun intruksi akan langsung dikomentari oleh IDE, dimana hal ini tidak dilakukan oleh teknik penerjemahan kompiler.
Seperti saya ceritakan diatas langkah pertama untuk memahami bahasa pemrograman adalah memahami struktur cara menyusun instruksi. Struktur bahasa c seperti contoh program berikut :
Ingat “the best way to start learning a programming language is by writing a program (Juan Soulie)
// Program pertama saya di c
#include
int main ()
{
printf (“Hallo Dunia”);
return 0;
}
Penjelasan :
di baris pertama penggunaan # adalah sebagai Directive Prossesor. Penambahan #include berarti dalam menjalankan instruksi diatas menyertakan file yang bernama stdio.h. File ini disertakan karena untuk menjalankan perintah printf membutuhkan file stdio.h.
Kemudian int main () adalah menunjuk sebagai fungsi program utama dengan ciri kata main dan selalu diakhiri dengan (). Kemudian int adalah sebagai tipe dari fungsi utama tersebut dengan int artinya integer atau tipe bilangan bulat.
Untuk memulai program selalu diawali dengan ‘{‘ dan untuk mengakhiri dengan ‘}’. Instruksi printf adalah perintah untuk cetak ke layar monitor kata kata di area yang dibuka dengan ‘(‘ dan diakhiri dengan ‘)’. Selalu yang harus diperhatikan di bahasa c huruf besar dan kecil dibedakan , dengan demikian anda tidak diperkenankan mengganti printf dengan Printf misalnya, karena perintah Printf tidak akan dikenali di IDE c (turbo c ataupun borland c). Penggunaan tanda ” diantara kata Halo Dunia ” berarti kata yang dicetak adalah Halo Dunia.
Perintah return o (angka 0 bukan huruf o) adalah pasangan dari fungsi yang menunjukkan bahwa program telah berhasil dijalankan dengan ciri ada pengembalian nilai bertipe integer ke fungsi main().
Perhatikan setiap intruksi yang telah diketik harus diberi tanda ; untuk perintah yang ada di area { }
Implementasikan contoh diatas dengan visual studio 2005
Visual studio 2005 merupakan salah satu IDE yang dapat digunakan untuk membuat instruksi dengan bahasa c/c++. Untuk dapat menggunakan aplikasi ini anda perlu menginstall visual studio 2005 ke komputer. Bagi yang baru belajar dapat menggunakan versi visual studio 2005 express edition dapat didownload dari situs microsoft atau dapat dicari di toko yang menjual software.
Setelah anda menginstall , untuk masuk aplikasi klik start – all pogram – visual c++ express edition – microsoft visual c++ express – run program – edition (tunggu beberapa saat bila pertama kali diinstall) maka akan muncul tampilan berikut :
(maaf gambar belum bisa diunggah, koneksi internet lagi lambat sekali)
Kemudian anda pilih create project – pilih win32 – klik console aplication – beri nama project di
dan perhatikan lokasi file secara default akan tersimpan di my document di folder visual studio 2005\projects (anda bisa ubah lokasi ini dengan meng0klik browser dan tentukan lokasi yang anda inginkan.
C:\Users\eko\Documents\Visual Studio 2005\Projects
klik ok – next – cheklist empty project – finish dan akan muncul tampilan berikut :
(maaf gambar belum bisa diunggah, koneksi internet lagi lambat sekali)
kemudian di tab solution explorer klik kanan source file – di kategori pilih code – di template pilih c++ file (cpp) – beri nama file anda – add dan anda siap mengetik contoh file diatas.
setelah anda ketik contoh source diatas klik button start debugging dan program akan dicompile bila sukses akan muncul console (backrgound hitam) bertuliskan halo dunia
(Maaf contoh output belum bisa diunggah , karena koneksi lagi lambaat sekali)
Mari Kita lanjutkan lagi belajar membuat program komputer.
Agar anda bisa menyusun program anda paling tidak sudah bisa membayangkan bagaimana instruksi tersebut disusun.
sebagai contoh, bila kita ingin membuat program menghitung luas persegi panjang maka dapat disusun instruksi seperti berikut :
panjang <– 5
Lebar <– 6
luas <– panjang * lebar
Tampilkan luas
artinya dari perintah diatas yaitu masukkan nilai panjang = 5 nilai lebar = 6
, kemudian dihitung dengan formula luas dan instruksi terakhir
tampilkan nilai luas.
Sekarang bagaimana menyusun instruksi diatas menggunakan visual C++ ?
Sebelum kita menerjemahkan ada beberapa hal yang harus kita pahami dan ini berlaku di semua bahasa pemrograman. Hal tersebut adalah :
  1. Pahami konsep variabel (variabel adalah suatu ruang memori yang dipesan dan isi ruang tersebut dapat diganti ganti)
  2. pahami konsep konstanta (variabel adalah suatu ruang memori yang dipesan dan isi ruang tersebut tidak dapat diganti)
  3. pahami konsep tipe data
  4. Pahami bagaimana mendefinisikan dan menggunakan tipe data
Saya ulangi lagi instruksi diatas
panjang <– 5
Lebar <– 6
luas <– panjang * lebar
Tampilkan luas
panjang<– 5 ; artinya variabel panjang diisi angka 5
lebar <– 6 ; artinya variabel lebar diisi angka 6
luas <– panjang * lebar ; artinya variabel panjang dan lebar dikalikan dan hasilnya disimpan di variabel luas
tampilkan luas , isi variabel luas ditampilkan.
panjang. lebar dan luas adalah variabel dengan isi data pasti numerik dan kemungkinan bisa pecahan, juga bisa bulat maka bisa disimpulkan panjang, lebar dan luas bertipe pecahan.
Di bahasa c/c++ tipe data untuk pecahan adalah double. berikut list tipe data di c/c++
Name
Description
Size*
Range*
char
bertipe karakter
1byte
signed: -128 to 127
unsigned: 0 to 255
short int (short)
bertipe bulat
2bytes
signed: -32768 to 32767
unsigned: 0 to 65535
int
bertipe bulat
4bytes
signed: -2147483648 to 2147483647
unsigned: 0 to 4294967295
long int (long)
bertipe bulat long.
4bytes
signed: -2147483648 to 2147483647
unsigned: 0 to 4294967295
bool
Bertipe Boolean
1byte
true or false
float
Bertipe pecahan, desimal
4bytes
+/- 3.4e +/- 38 (~7 digits)
double
Bertipe pecahan, desimal
8bytes
+/- 1.7e +/- 308 (~15 digits)
long double
Bertipe pecahan. desimal
8bytes
+/- 1.7e +/- 308 (~15 digits)
wchar_t
Tipe karakter lebar
2 or 4 bytes
1 wide character
cara pendefinisian tipe data dengan format seperti berikut :
tipe data variabel
contoh
double panjang,lebar,luas
Implementasi dalam program
#include
#include
int main()
{
double panjang,lebar,luas;
panjang=5;
lebar=6;
luas=panjang*lebar;
printf(“ Luas : %lf “,luas);
getch();
return 0;
}
Tekan F5 maka akan tampil luas : 30.0
Penjelasan perintah diatas :
#include
#include kedua perintah ini untuk memanggil library yang digunakan dalam menyusun perintah. Library artinya keyword (kata kunci) yang digunakan. int main() untuk memulai fungsi utama dalam program.
{ awal program
double panjang,lebar,luas; merupakan pendeklarasian tipe data double dengan nama variabel panjang, lebar, luas.
panjang=5;
lebar=6; pengisian data ke variabel panjang dan lebar
luas=panjang*lebar; formula untuk menghitung luas
printf(” Luas : %lf “,luas); Cetak di layar monitor teks luas dan isi variabel luas
parameter %lf digunakan untuk menampilkan isi variabel luas yang bertipe data double
getch(); Perintah untuk menunda sebelum perintah berikutnya dijalankan
return 0; nilai bilangan bulat yang dikembalikan merupakan pasangan dari int main()
} penutup program
Memahami Penggunaan IF
Nah sekarang kita lanjutkan materinya.
Sering jadi pertanyaan bagi programmer pemula, kapan kita menggunakan instruksi instruksi di di suatu bahasa pemrograman ? Jawaban atas masalah ini adalah sangat tergantung kepada algoritma sebagai pemecahan masalah dari kasus yang akan kita buat solusinya. Sebagai contoh anda diminta membuat program menghitung akar persamaan, maka kita perlu memahami bagaimana akar persamaan dan apa saja aturannya menggunakan persamaan tesebut.
Berikut penjelasan mengenai menghitung akar :
Akar persamaan adalah suatu fungsi untuk mendapat nilai akar dari suatu nilai dengan syarat nilai harus >= (dibaca lebih besar sama dengan ) 0 (nol bukan o). Karena ada syarat maka ada kemungkinan minimal dari program yang akan kita buat pasti mengandung instruksi if (jika), yang menghasilkan minimal 2 kemungkinan operasi keluaran kalau true atau kalau false sesuai hasil fpengujian.
Mungkin ada yang terlewat sedikit,
Operasi If akan melakukan pengujian dari data , dan hasil pengujian merupakan operasi perbandingan yang dapat menghasilkan nilai benar(true) atau salah(false).
Sebagai contoh
read(nilai) //Baca Nilai
if nilai>= 0 // jika nilai >= 0
Hitung akar
else
Akar tidak bisa dihitung/ atau bila dihitung menghasilkan nilai imajiner.
Contoh Implementasi Algoritma
Program Hitungakar
Deklarasi
Nilai, hasil : real
Algoritma
read(nilai)
if nilai>=0
{ hasil=exp(0.5*ln(nilai))
write(hasil) }
else
write(“akar Imajiner”)
.
Menerapkanb algoritma diatas ke bahasa C
#include
#include
#include
int main()
{
double hasil,nilai;
printf(“Nilai : “);
scanf(“%lf”,&nilai);
if (nilai>=0)
{ hasil=sqrt(nilai);
printf(“Akar %lf : %lf”,nilai,hasil);
}
else
printf(“Nilai Imajiner”);
getch();
return 0;
}
Dari contoh program diatas ditambahkan precompiler header
conio dan math. conio dideklarasikan karena dalam instruksi mendeklarasikan perintah getch() yang berfungsi untuk menghentikan proses hingga ditekan tombol enter. Sedang header math.h digunakan karena ada fungsi akar sqrt. Program diatas sebelum menghitung akar, diverifikasi terlebih dahulu data masukkan yang dibaca oleh perintah scanf. Perhatikan format perintah scanf anda harus mendeklarasikan terlebih dahulu parameter untuk menentukan tipe data yang dibaca sesuai type data yang telah dideklarasikan. %lf sebagai parameter yang digunakan untuk type data double.
#include
#include
#include
int main()
{
double hasil,nilai;
printf(“Nilai : “);
scanf(“%lf”,&nilai);
if (nilai>=0)
{ hasil=sqrt(nilai);
printf(“Akar %lf : %lf”,nilai,hasil);
}
else
{ nilai*=-1;
hasil=sqrt(nilai);
printf(“akar -%lf : %lfj”,nilai,hasil);
}
getch();
return 0;
}
Perhatikan dari contoh diatas merupakan modifikasi dari contoh sebelumnya. Modifikasi yang dilakukan adalah bila nilai yang akan dihitung negatif maka sebelum dihitung diabsolutkan terlebih dahulu dan hasilnya ditambahkan string j yang menunjukkan bahwa hasil perhitungan imajiner, contoh seperti berikut :
Bila keluaran dari suatu proses lebih dari 2 kemungkinan, maka instruksi if perlu ditambahkan setelah else. Sebagai contoh kasus berikut :
Program permainan meramal, dimana anda diminta memasukkan suatu angka dari suatu aplikasi akan mengakumulasi angka tersebut dan tentunya hasilnya dapat kitab buat sesuka kita yang penting yang menggunakan aplikasi menjadi senang.
Algoritma untuk mengkalkulasi dirumuskan sebagai berikut :
Angka yang diimasukkan dikali 2 kemudian dibagi 5 dan sisanya dibagi 3 dan semua tipe data adalah integer. Bila hasil lebih dari 7 maka tertulis “anda beruntung”, bila kurang dari 2 tertulis, anda harus “waspada” sedang kan bila antara 2 dan 7 maka tertulis, “nasib anda susah ditebak”.
#include
#include
#include
#define data “y”
int main()
{
int angka,hasil,lagi;
char cobalagi[2];
printf(“Program meramal berdasarkan Angka keberuntungan anda\n”);
printf(“\n”);
lagi=0;
while (lagi==0)
{
printf(“Masukkan angka anda :”);scanf(“%ld”,&angka);
hasil=((angka * 2) / 5 ) % 3;
if (hasil > 7)
printf(“Anda Beruntung\n “);
else
if (hasil < 2)
printf(“Waspada dengan keputusan anda\n”);
else
printf(“Nasib anda susah ditebak\n”);
printf(“Coba lagi (y/t)”);scanf(“%s”,&cobalagi);
lagi=strcmp(cobalagi,data);
}
printf(“Sampai Jumpa lagi”) ;
getch();
return 0;
}
Keluaran dari program diatas seperi berikut :
Sekarang coba kita bahas satu persatu dari contoh program diatas.
Kalau anda perhatikan program dapat melakukan perulangan selama anda ingin mengulang data, tapi bila anda tidak ingin mengulang lagi dengan menekan ‘t’ maka program akan berhenti dan keluar kalimat smapi jumpa lagi.
#include
#include
#include
Precompile header ditambahkan string.h karena kita akan menggunakan fungsi pembanding string yaitu strcmp yang berguna membandingkan 2 buah string apakah sama atau tidak, bila sama akan mengeluarnakn nilai integer 0 dan bila berbeda akan mengeluarkan nilai integer -1.
#define data “y”
Penggunaan perintah diatas adalah pendefinisian konstanta bernama data diisi string “y”
int main()
{
int angka,hasil,lagi;
char cobalagi[2];
merupakan awal program dan dideklarasikan variabel bertype data integer dan string ditandai dengan nama variabel diberi lebar string 2 digit.
printf(“Progranm meramal berdasarkan Angka keberuntungan anda\n”);
printf(“\n”);
deskripsi program dan digunakan parameter \n untuk melompat satu baris ke baris berikutnya.
lagi=0;
while (lagi==0)
{
printf(“Masukkan angka anda :”);scanf(“%ld”,&angka);
hasil=((angka * 2) / 5 ) % 3;
if (hasil > 7)
printf(“Anda Beruntung\n “);
else
if (hasil < 2)
printf(“Waspada dengan keputusan anda\n”);
else
printf(“Nasib anda susah ditebak\n”);
printf(“Coba lagi (y/t)”);scanf(“%s”,&cobalagi);
lagi=strcmp(cobalagi,data);
}
Perintah diatas diawali dengan while dimana perintah while digunakan bila kita menginginkan proses yang telah dilakukan dapat diulang lagi. While akan selalu berulang di area tanda setelah while { dan } selama hasil pengujian bernilai true bila nilai lagi masih 0. Keluaran ini didapat dari perintah
lagi=strcmp(cobalagi,data);
keluaran kalimat yang tertulis dapat lebih dari 2 kemungkinan maka ditambahkan if setelah else dari if yang pertama, dan perhatikan else yang terakhir tidak ditambahkan if karena bila 2 kemungkinan tidak ada yang bernilai true maka keluaran satu-satunya adalah perintah setelah else dan instruksi berikutnya tidak ada pengujian dengan if.
Dari contoh diatas dapan kita modifikasi dengan komentar dengan meletakkan di define
#include
#include
#include
#define data “y”
#define teks “Program meramal berdasarkan Angka keberuntungan anda”
int main()
{
int angka,hasil,lagi;
char cobalagi[2];
printf(teks,”\n”);
printf(“\n”);
lagi=0;
while (lagi==0)
{
printf(“Masukkan angka anda :”);scanf(“%ld”,&angka);
hasil=((angka * 2) / 5 ) % 3;
if (hasil > 7)
printf(“Anda Beruntung\n “);
else
if (hasil < 2)
printf(“Waspada dengan keputusan anda\n”);
else
printf(“Nasib anda susah ditebak\n”);
printf(“Coba lagi (y/t)”);scanf(“%s”,&cobalagi);
lagi=strcmp(cobalagi,data);
}
printf(“Sampai Jumpa lagi”) ;
getch();
return 0;
Wah kelihatannya sudah mulai rumit, kita relaksasi dulu dengan cerita cerita sederhana.
Andi baru pulang dari kantor, sampai rumah andi menyalakan tv ditekan 1 keluar rcti, wah tidak menarik, tekan no 2 keluar sctv, tidak menarik juga, tekan 3 keluar metro tv, yah sama saja tidak seru, tekan 4 keluar Tv 10, wah kelihatannya seru, akhirnya andi asyik menonton acara di tv 10. nah dari kasus diatas bagaimana kita membuat algoritmanya ?
Dari cerita di atas kita ketahui yang menjadi input adalah nomor chanel jika
nomor 1 maka rcti
nomor 2 maka sctv
nomor 3 maka metro tv
dan nomor 4 tv 10.
Terlihat bahwa output yang keluar akan diseleksi dan menghasilkan 4 kemungkinan keluaran tergantung kepada nomor yang dimasukkan ke input, maka untuk kasus seperti ini mengunakan percabangan atau if, maka bila disusun algoritma
read(chanel)
if chanel= 1 then
saluran rcti
else
if chanel = 2 then
saluran sctv
else
if chanel = 3 then
saluran metro tv
else
saluran tv 10
Bila disusun dengan bahasa c sebagai berikut :
#include
#include
#define data1 “RCTI”
#define data2 “SCTV”
#define data3 “METRO TV”
#define data4 “TV10″
int chanel(int pilih)
{
if (pilih == 1)
printf(“%s”,data1);
else
if (pilih ==2)
printf(“%s”,data2);
else
if (pilih==3)
printf(“%s”,data3);
else
printf(“%s”,data4);
return 0;
};
int validasi(int pilihan)
{
int kembali;
if (pilihan == 1 || pilihan == 2 ||
pilihan == 3 || pilihan == 4)
kembali=0;
else
kembali=-1;
return kembali;
};
int main()
{int pilihchanel,hasil;
hasil=-1;
while (hasil==-1)
{
printf(“Pilih Chanel (1,2,3,4) : “);scanf(“%ld”,&pilihchanel);
hasil=validasi(pilihchanel);
}
chanel(pilihchanel);
getch();
return 0;
}
Keluaran dari instruksi diatas semoga bisa di pahami
Penjelasan nya kita usai kan duluh ya karena saya juga masih dalam tahap belajar hanya sekian yang saya tau tentang bahasa pemprograman komputer semoga bermanfaat
Bersambung dulu deh J

Ditulis Oleh : Yudha Situmorang ~ Komunitas Anak TKJ

Yudha situmorang Sobat sedang membaca artikel tentang Belajar Bahasa Pemprograman Komputer Dasar. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya Review oleh: Yudha Situmorang
Update pada: 11:50 PM | Rating: 4.5
 
Copyright © 2013. Komunitas Anak TKJ . All Rights Reserved
Home | Contact Us | About Me | Privacy policy | Disclaimer | Site map
Design by Yudha Situmorang .